Twitter Meluncurkan Alat Pelacakan Iklan Politik Di Eropa Menjelang Pemilu

Twitter Meluncurkan Alat Pelacakan Iklan Politik di Eropa Menjelang Pemilu Twitter Meluncurkan Alat Pelacakan Iklan Politik di Eropa Menjelang Pemilu
Twitter meluncurkan alat khusus di Eropa untuk membantu pemilih. Dengan memakai alat ini, para pemilih sanggup mengidentifikasi iklan kampanye politik yang terkait dengan pemilihan DPR yang penting di Eropa pada bulan Mei mendatang. Tujuan dari alat ini yaitu untuk mengurangi dampak dari kampanye disinformasi Rusia dan kekhawatiran akan tindakan regulatori.

Platform sosial utama menyerupai Facebook dan Twitter berada di bawah tekanan untuk memainkan tugas mereka dan memerangi informasi palsu (hoax). Mereka harus mengendalikan penyebaran propaganda dan ekstremisme online. Uni Eropa khawatir perihal tugas Rusia. Namun, Rusia secara konsisten menyangkal tindakan ini.

Twitter mengklaim kebijakan iklan kampanye partai-politiknya, yang diumumkan selama pemilihan jangka menengah Amerika Serikat, akan diluncurkan di Australia dan India, kedua negara menuju jajak pendapat.

Ini berarti bahwa setiap orang sanggup memperoleh terusan ke iklan dari partai pendukung atau kandidat di Twitter. Pusat transparansi iklan menyediakan informasi penagihan, data penargetan demografis, dan pengeluaran iklan. Iklan mungkin tersedia tanpa batas.

Penafian visual dan label informasi perihal konten yang disetujui sanggup memungkinkan pengguna untuk mengenali iklan kampanye politik dan orang yang membayar untuk iklan ini.

Perusahaan mengklaim dalam sebuah posting blog bahwa kebijakan kampanye politik mereka diperpanjang untuk meliputi #EUElections2019 yang akan datang, menerangkan lapisan visi aksesori kepada masyarakat umum. Gagasan di balik upaya ini yaitu untuk memperlihatkan wawasan perihal kampanye politik di Twitter.

Organisasi atau kandidat akan melalui mekanisme sertifikasi dengan bukti identitas sebelum menjalankan iklan untuk kampanye politik di situs webnya. Kebijakan itu akan diterapkan pada 11 Maret.